KASUS KECURANGAN DALAM BERBISNIS DI SEKITAR LINGKUNGAN KITA
PENDAHULUAN
Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis,
yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan,
industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita
menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak
tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika Bisnis dalam suatu perusahaan
dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam
membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang
saham, masyarakat. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis
yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang
dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan
peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar
dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai
pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang
luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
CONTOH
KASUS
Contoh kasus yang
berada disekitar rumah saya yang melakukan kecurangan dalam berbisnis bakso
sapi pada salah satu pihak produsen yang ternyata mencampur bahan olahan
baksonya dengan daging babi. Ternyata produsen melakukan hal ini untuk menekan
biaya produksi baksonya karena ia merasakan apabila bakso sapi tersebut dibuat
dengan olahan murni daging sapi, maka membutuhkan modal yang sangat besar dan
jarang konsumen yang mau membeli barang dangangan baksonya yang ia jual dengan
harga yang cukup mahal. Kemudian ia menyiasati olahan baksonya dengan
mencapurkan olahan daging sapinya dengan daging babi. Dengan cara ini, harga
jual tidak terlalu tinggi sehingga ia dapat bersaing dengan para penjual bakso
yang lain dan hasil produksinya dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau
oleh para konsumenya. Sehingga ia dapat mengambil keuntungan yang lebih besar.
TEORI ETIKA BISNIS
Etika bisnis didefinisikan sebagai Pemikiran atau refleksi tentang
moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas berarti aspek baik atau buruk,
terpuji atau tercela, dan karenanya diperbolehkan atau tidak, dari perilaku
manusia. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia, dan
kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting.
Menurut Joel G. Siegel dan J.K. Shim fraud (kecurangan) adalah untuk
merupakan tindakan yang disengaja oleh perorangan atau kesatuan untuk menipu
orang lain dan menyebabkan kerugian. Khususnya terjadi (misrepresentation)
penyajian yang keliru untuk merusak, dengan maksud menahan data bahan yang
diperlukan untuk pelaksaanaan keputusan terdahulu. Jadi dapat
disimpulkan fraud (kecurangan) merupakan sesuatu yang disebabkan oleh keinginan
seseorang yang teraplikasi dalam bentuk perilakunya untuk melakukan suatu tindakan
yang menyalahi aturan.
Hubungan antara etika bisnis dan fraud (kecurangan) bahwa segala sesuatu
tindakan yang menyalahi aturan dan dikategorikan sebagai pelanggaran etika
(Irham Fahmi, 2013:157).
ANALISIS
Dengan adanya kasus
diatas tersebut hal ini sangat membuat risau bagi para kosumen penikmat bakso. Seharusnya
sebagai produsen, kita harus lebih mementingan kepuasan dari segala aspek
apapun. Dengan adanya campuran olahan bakso sapi di capur dengan olahan daging
babi, secara tidak langsung para konsumen telah mengkonsumsi bakso dengan
campuran daging babi yang tidak halal untuk umat muslim dan sangat merugikan
sekali untuk para konsumen. Produsen seharusnya jujur dan bertanggung dalam
bisnis yang dijalankannya dan seaharusnya produsen memberikan hasil produksinya
dengan kualitas yang baik untuk konsumen. Produsen seharusnya lebih pintar dan
lebih bijak dalam berbisnis. Apabila bahan baku dalam membuat bakso terasa
mahal, maka solusinya seaharusnya dengan menaikan harga jual. Jangan sampai
bisnis yang dijalan tidak beretika sehingga merugikan konsumen dan merugikan
bisnisnya sendiri. Jangan sampai demi kepentingan produsen untuk mencari
keuntungan yang lebih jadi menghiraukan keselamatan dan kepentingan konsumen.
REFERENSI
Komentar
Posting Komentar