Riview jurnal perilaku konsumen
Nama:
Alfy Fadil Ramadhan
Kelas:
3EA11
Riview jurnal perilaku konsumen
Judul:
perilaku konsumen dalam pembelian bakso di malang
Oleh:
Budi Hartono,Umi Wisapti Ningsih, dan Nila Fithria Septiarini
Tahun:
Juni 2011
Latar belakang
Kota
Malang juga dikenal sebagai kota Bakso selain kota Apel. Bakso merupakan
makanan daging sapi yang dicampur dengan terigu yang dimasak dengan proses
tertentu untuk dikonsumsi. Bakso sangat populer dan digemari semua kalangan
dengan harga yang bervariasi dan terjangkau oleh konsumen. Tarwotjo et al.
(1971) menjelaskan bahwa bakso daging sapi merupakan sumber protein hewani
karena daging sapi mengandung protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
manusia. Usaha bakso membutuhkan tenaga kerja mulai dari lokasi penggilingan,
sampai daerah produsen dan pemasaran. Usaha bakso dapat digolongkan sebagai
usaha kecil. Parubak et al. (2004) menjelaskan bahwa usaha kecil mempunyai
peranan penting dan strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional. Usaha
kecil merupakan usaha yang ditekuni oleh sebagian besar masyarakat dan
merupakan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan
yang luas kepada masyarakat. Dua faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
konsumen dalam melakukan pembelian yaitu faktor internal dan faktor eksternal
(Asseal, 1992). Faktor eksternal terdiri dari faktor 137 Budi Hartono et al.
Perilaku Konsumen dalam Pembelian Bakso di Malang lingkungan dan strategi
bauran pemasaran. Faktor lingkungan terdiri dari faktor budaya, referensi dan
kelas sosial. Strategi bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, promosi,
dan distribusi. Faktor internal terdiri dari faktor gagasan dan karakteristik
konsumen. Faktor internal dan eksternal dalam interaksinya dapat mempengaruhi
perilaku konsumen baik secara individual maupun secara bersama-sama. penjual
bakso harus memahami keinginan konsumen dengan cara mempelajari perilaku
konsumen agar konsumen bersedia membeli baksonya. Pemahaman perilaku konsumen
yang baik dan tepat diharapkan akan mengembangkan kegiatan pemasarannya. nalisis
faktor digunakan untuk menentukan urutan faktor yang dipertimbangkan oleh
konsumen dalam membeli bakso daging di Kota Malang, sehingga perlu dilakukan
penelitian agar penjual bakso dapat mempertahankan eksistensinya.
Metodelogi
Penelitian
dilakukan dengan metode survei di Kota Malang dengan pertimbangan bahwa Kota
Malang dikenal sebagai Kota Bakso. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan
Maret 2011 di lima lokasi terbesar yang diambil secara purposive sampling yaitu
Bakso Solo Kidul Pasar, Bakso Kota Cak Man, Bakso Bakar Pahlawan Trip, Bakso
Presiden dan Bakso Duro Kepanjen. Jumlah sampel sebanyak 120 responden yang
diambil secara Accidental Sampling. Pengumpulan data primer dengan melakukan
tanya jawab dengan responden berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan.
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan karakteristik
responden yang diteliti serta distribusi item dari tiap variabel dalam angka
persentase. Analisis faktor digunakan untuk menentukan urutan faktor yang
dipertimbangkan oleh konsumen dalam membeli bakso. Jenis data yang digunakan
analisis faktor adalah data ordinal dan skala pengukuran yang digunakan adalah
skala Likert.
Hasil
Hasil
survei menunjukkan bahwa usia konsumen yang mendominasi adalah kelompok usia
16–25 tahun sebanyak 62,5% dan usia 26–35 tahun sebanyak 25,83%. Kelompok usia
ini tergolong usia produktif sehingga memerlukan kandungan nutrisi yang cukup
bagi tubuh dan perlunya menjaga kesehatan. Konsumen pada usia muda (remaja)
dipengaruhi oleh aktifitas yang ditekuninya, teman-teman, dan penampilan dari
generasi tersebut. Usia responden diatas 45 tahun lebih sedikit dikarenakan
pada usia ini seseorang lebih berhati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi makanan
yaitu lebih memilih makanan yang terbuat dari sayur-mayur (Kasali, 1998 cit.
Hermanianto dan Andayani, 2002). Hasil survei menunjukkan bahwa responden
perempuan (53,33%) lebih banyak dijumpai dibanding laki-laki (46,67%) karena
perempuan mempunyai kecenderungan senang berkumpul dan sering secara
bersama-sama membeli atau jajan bakso dengan tidak direncanakan.
Karakteristik responden
berdsarkan usia:
|
Usia
|
presentase
|
|
16-25
26-35
36-45
46-55
56-65
Jumlah:
|
62,50
25,83
9,17
1,67
0,8
100,00
|
Karakteristik
responden berdasarkan jenis kelamin
|
Jenis kelamin
|
presentase
|
|
Laki laki
perempuan
|
46,67
53,33
|
|
jumlah
|
100,00
|
Kesimpulan
Sebagian
besar responden yang melakukan pembelian bakso adalah perempuan, berstatus
pelajar, mempunyai umur di bawah 35 tahun, pendapatan individu yang diperoleh
antara Rp. 1.000.000,00 sampai Rp. 2.000.000,00 per bulan dan harga bakso Rp.
5.000,00 seporsi dapat dikategorikan terjangkau. Pola mengkonsumi bakso bukan
sebagai makanan pokok tetapi sebagai kuliner, hobi, dan makanan camilan.
Delapan faktor yang dipertimbangkan responden secara berurutan adalah harga,
kelas sosial, kemudahan mencapai lokasi, parkir, tampilan penyajian, kepuasan,
pendapatan, dan demografi.
Komentar
Posting Komentar